Konveksi Murah title

Menerima Jasa Pembuatan Kaos dan Baju

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 27 Desember 2016

AWAL MULA BISNIS KONVEKSI DI INDONESIA


AWAL MULA BISNIS KONVEKSI DI INDONESIA
Bisnis konveksi adalah salah satu jenis bisnis yang cukup populer di Indonesia. Tersebar hampir di setiap daerah. Kepopuleran bisniskonveksi utamanya adalah disebabkan karena dua hal. Pertama, karena produk yang dihasilkan oleh industri konveksi, yaitu pakaian merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, maka market untuk bisnis konveksi akan selalu ada. Pangsa pasar yang jelas, membuat tidak sedikit orang yang berusaha memaksimalkan potensi dari bisnis konveksi.
Yang kedua, bisnis konveksi menjadi populer karena entry barrier untuk bisa memulai bisnis ini tidak terlalu besar. Seseorang bisa memulai sebuah bisnis konveksi dengan hanya bermodalkan dua atau tiga buah mesin jahit. Dan mesin jahit, adalah salah satu mesin produksi termurah. Tidak seperti mesin-mesin produksi di industri lainnya yang harganya bisa mencapai ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah, seseorang bisa membeli mesin jahit hanya dengan harga ratusan ribu rupiah saja. Seseorang bisa memulai berbisnis konveksi dari garasi rumahnya yang luasnya hanya beberapa meter persegi saja, tidak perlu membuat pabrik yang luasnya ratusan atau ribuan meter persegi. Karena entry barrier yang tidak terlalu besar inilah tidak sedikit orang yang berani mencoba berbisnis konveksi.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bisnis konveksi, mari kita mengidentifikasi dan mendefinisikan terlebih dahulu tentang bagaimana dan apa sebetulnya bisnis konveksi itu. Kalau anda membaca literatur-literatur bisnis, maka anda TIDAK akan menemukan sebuah bisnis bernama “bisnis konveksi”. Secara teori, tidak ada yang namanya bisnis konveksi. Tapi di Indonesia, “bisnis konveksi” eksis.
Dalam sebuah proses manufaktur garment, terdapat suatu proses di mana kain (barang setengah jadi) diubah menjadi pakaian siap pakai. Proses mengubah material setengah jadi menjadi pakaian terdiri dari 3 bagian besar, yaitu proses memotong (Cutting) sesuai dengan pola pakaian, proses menjahit (Making), dan proses merapikan (Trimming)– memasang kancing, memberikan bordir, dsb. Dalam industri konveksi, proses inilah yang dikerjakan. Populernya, orang menyingkatnya menjadi CMT alias Cut, Make, and Trim. Lalu apa yang membedakan bisnis “konveksi”  dan bisnis “garment”? Apakah dari skala produksinya? Luas wilayah produksinya? Orientasi penjualannya? Atau alasan lainnya?

Dilihat dari proses produksi, ada sedikit perbedaan antara bisnis “garment” dengan bisnis “konveksi”. Di pabrik garment, proses produksi dilakukan berdasarkan jenis proses. Misalnya, ketika sedang proses menjahit (membuat) kerah baju, maka satu pabrik (seluruh pekerja) akan membuat kerah. Kemudian, ketika proses memasuki tahapan menyambung lengan dengan body baju, maka seluruh pekerja akan menjalankan proses tersebut. Demikian seterusnya.
Sedangkan di pabrik konveksi, proses produksi dilakukan secara keseluruhan oleh tiap-tiap operator jahit. Satu orang operator akan menjahit satu baju mulai dari menjahit kerah, lengan, dan seterusnya sampai menjadi satu pakaian utuh. Baru setelah menjadi satu pakaian utuh, mereka menjahit potongan kain berikutnya menjadi satu pakaian utuh lainnya.
Paparan di atas menjelaskan, bagaimana proses produksi dalam bisnis konveksi dilakukan. Selanjutnya, kita akan membahas tentang terminologi bisnis konveksi itu sendiri. Sebetulnya, “konveksi” merupakan cara bagi pabrik-pabrik garment untuk menyelesaikan pesanan yang diterimanya, jika pesanan tersebut tidak mungkin dikerjakan atau secara ekonomis sudah tidak efisien lagi untuk dikerjakan. Pesanan tidak mungkin dikerjakan, misalnya karena pabrik garment tersebut sudah sedang running sebuah proses produksi, dan tidak mungkin dihentikan hanya untuk mengerjakan satu pesanan yang berbeda.  Sedangkan yang dimaksud tidak ekonomis, misalnya, karena margin keuntungan yang bisa diperoleh terlalu kecil, sedangkan pabrik garment tersebut sudah terlanjur menandatangani kontrak produksi dengan si pemesan. Margin keuntungan mengecil bisa disebabkan karena keputusan pemerintah untuk menaikkan harga energi atau upah minimum pekerja.
Pesanan-pesanan seperti ini, kemudian disubkontrakkan atau “dikonveksikan” kepada pemanufaktur-pemanufaktur kecil. Pemanufaktur-pemanufaktur kecil ini kemudian dibina oleh pabrik garment. Pabrik garment memberikan pembinaan mulai dari cara memotong yang benar, melakukan proses QC sesuai dengan standard mereka, dst. Pemanufaktur-pemanufaktur kecil inilah yang kemudian disebut sebagai “konveksi”. Dari sinilah awal mula lahirnya “bisnis konveksi” di Indonesia.


MACAM MACAM KAIN KAOS BERDASARKAN JENISNYA


MACAM MACAM KAIN KAOS BERDASARKAN JENISNYA

Kain Katun

Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE. Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.
Keunggulan:
1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat.
5. Tidak berbulu

·         Katun Kombed (Combed Cotton)
Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkansehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain katunkombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s.
Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung.
Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 20s. Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 30s. Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemes daripada kain katun 20s.

·         Katun Karded
Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapatserat-serat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katunkarded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.
Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s.
Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.

·         Kain Lacoste
Kain Lacoste adalah jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat kaos polo /kerah/wangki.

·         Kain Pique
Sama seperti kain Lacoste/adidas, kain Pike juga biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki. Sama seperti pada kain lacoste/adidas untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi.
Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit.
Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan karded) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.

·         Kain PE
Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE jugatersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike.
Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampirmirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudahmembedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya sepertiplastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.

Keunggulan:
Murah
Kelemahan:
Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

·         Light weight wools
Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).
·         Akrilit
Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools
·         Cashmere
Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.
·         Sheer
Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.
·         Jersey
Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat.
·         Denim
Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.
·         Linen
Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.
·         Lycra
Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.
·         Leather & Suede
Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga Anda, bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.
Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.

·         Paragon
Jenis kain yang halus seperti kapas.Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia
·         D’Tree
Kain berpori penyerap keringat. Biasanya digunakan untuk bahan baju basket juga.
·         Baby Tray
Jenis kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasa digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.
·         Aston
Bahan agak licin dan biasanya digunakan dalam pembuatan jas
·         Kanvas
Bahan yang tebal dan kasar. Cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket. Jaket dengan bahan ini sangat tahan


JENIS KAIN BAHAN PEMBUATAN JAKET

JENIS KAIN BAHAN PEMBUATAN JAKET 
Beberapa variasi jenis kain atau bahan yang biasa digunakan untuk membuat jaket yaitu :
1.     Bahan Kain Fleece dan Baby Terry. Bahan yang sering digunakan untuk memberikan kesan keren dan menarik. Contoh katalog kain fleece dan baby terry untuk jaket
2.     Bahan Kain Diadora. Bahan yang juga sering digunakan, bahan yang murah dan cukup ekonomis. contoh Katalog kain diadora untuk jaket
3.     Bahan Kain Adidas. Bahan yang juga sering digunakan, bahan yang murah dan cukup ekonomis. contoh Katalog kain Adidas untuk jaket
 Bahan jaket lain yang juga sering digunakan :
1.     Bahan parasut. Bahan parasut dipilih karena musim dingin saat dikenakan. Selain itu, tidak begitu berat ketika dipakai sebagai lapisan jaket tebal bulu dalam. Parasut bahan yang lebih mudah tersedia dan mudah diakses.
2.     Bahan katun tebal. Katun sangat enak ketika dipakai karena bisa menyerap keringat. Khusus untuk jaket, bahan katun yang dikenakan adalah bahan yang tebal dari katun yang biasa digunakan untuk membuat kemeja akan tetapi didesain secara khusus dan tambahan sehingga bisa lebih hangat bila digunakan.
3.     Bahan corduroy (corduroi). Corduroy (corduroi) mirip permukaan tekstur seperti garis-garis kain. Warna variasi dari jenis kain corduroi memiliki lebih banyak pilihan. Cukup dengan lapisan kain katun tebal, dapat dibuat menjadi jaket. Terkadang, materi tidak memerlukan pelapis corduroi di dalamnya karena corduroi memiliki berbagai ketebalan. Bahan untuk membuat jaket jenis korduroi (corduroi) juga dapat digunakan sebagai bahan untuk celana.
4.     Bahan wol. Wol juga bisa dibuat menjadi jaket. Wol terbuat dari benang pintal yang tebal dari kulit domba. Wol adalah bahan yang hangat bila dipakai sehingga pada umumnya tidak perlu menggunakan lapisan dalam. Lapisan dalam digunakan untuk memberi efek halus pada kulit badan kita, seperti bahan katun tipis, supaya yang memiliki kulit sensitif terhadap sentuhan benang wol tidak berpengaruh terhadap kulitnya dan kain yang dipakainya.
5.     Bahan jeans. Bahan ini tidak hanya menarik untuk membuat sepasang celana atau baju. Biasanya celana jeans bahan yang digunakan untuk membuat jaket. Tekstur yang cukup tebal dan berat dapat digunakan sebagai alternatif pilihan untuk model bahan jaket dapat dibuat untuk model dalam waktu sekarang untuk membuat orang bosan untuk memakainya.
6.     Bahan kain diadora, adidas dan lotto. Tiga jenis kain tersebut merupakan bahan yang sering digunakan untuk bahan jaket sporty. Bahan lotto dan diadora merupakan bahan pembuat jaket yang agak mengkilat dan diadora agak lebih tebal, sementara adidas lebih tidak mengkilat.
7.     Bahan kanvas. Bahan kanvas merupakan bahan jaket yang biasanya digunakan untuk membuat jaket-jaket kasual dan setengah resmi.
8.     Bahan jenis drill. Bahan drill biasanya digunakan sebagai bahan jaket-jaket yang berkesan formal. 

9.      Bahan jenis tessa. Tessa jenis bahan mungkin masih agak asing di telinga kita. Jika Anda mendengar kata “tessa” biasanya kita mengingat nama orang tersebut. Tapi tessa nama di sini tidak akan menyebut nama orang tapi tessa di sini adalah bahan yang digunakan untuk membuat jaket mantel semi.

TIPS MEMBUAT DESIGN UNTUK KAOS

TIPS MEMBUAT DESIGN UNTUK KAOS
Semakin berkembangnya modernisasi, berkembang pula daya kreatifitas manusia. kini kaos tidak hanya butuh nyaman di pakai namun juga perlu memiliki desain yang menarik. Kita akan merasa percaya diri ketika memakai kaos yang memiliki sesuatu yang unik tergambar di kaos kita. Serasa akan menjadi perhatian semua orang.
Kini kompetisi desain semakin tinggi. Permintaan pasar akan desain kaos yang menarik semakin berkembang. Bagi yang memiliki usaha membuat kaos sablon berlomba-lomba untuk membuat kaos dengan desain yang menarik pasar. Sehingga akan meningkatan omset penjualan. Sudah menjadi hukum baru bahwa dimana menjual kaos dengan desain menarik maka akan menghasilkan untung banyak. Memang desain kaos memiliki peranan penting membuat kaos itu bernilai. Beberapa orang berpendapat bahwa jiwa dari kaos terletak pada desainnya.
Mendesain kaos bukanlah pekerjaan mudah. Perlu daya kreatifitas yang tinggi. Bahkan lebih dari itu, mendesain perlu menyelaraskan banyak hal pada satu gambar desain. Unsur kreatifitas, keindahan, mayoritas liked, turut mempengaruhi desain tersebut dikatakan bernilai.
Untuk menghasilkan desain kaos yang menarik dan disukai perlu dilakukan oleh desainer berpengalaman. Namun, pengalaman tidak ada artinya jika tidak memiliki wawasan terkait cara membuat desain yang bernilai. Bagi yang ingin mendesain kaos perlu memperhatikan beberapa hal berikut.
1. Cari Inspirasi bersama orang lain
Untuk bisa membuat desain kaos yang baik memang butuh inspirasi. Bisa di dapat dari berbagai hal, pengalaman diri sendiri, orang lain, atau melihat perkembangan budaya saat ini yang banyak di informasikan di media massa. Bahkan sudah ada komunitas hingga forum online yang membahas perkembangan desain saat ini. Usahakan untuk membuat desain dengan meminta pendapat orang lain. Jangan hanya berangkat dari inspirasi subyektif diri sendiri saja. Karena akan menjadi percuma jika inspirasi dari diri sendiri tapi tidak di anggap menarik oleh orang lain, apalagi kalau nantinya kaos tersebut akan di jual
2. Buatlah desain kaos yang filosofis
Desain yang baik adalah desain yang memiliki makna di dalamnya. Desain tersebut harus menjadi symbol akan pesan atau nilai-nilai tertentu yang hendak di sampaikan kepada orang lain. Semakin desain tersebut memiliki makna maka akan semakin bernilai. So, buatlah desain yang mengandung arti di dalamnya, bisa berasal dari filosofis nilai yang Anda miliki atau nilai-nilai dalam masayarakat.
3. Desain sesuai keinginan
Pastikan Anda menyukai konsep desain kaos yang akan Anda buat. Jangan memaksakan sesuatu yang tidak sesuai dengan minat Anda, karena akan sangat sulit untuk mengerjakannya. Mendesain juga bagian dari berkespresi. Buatlah desain yang sesuai dengan minat Anda, karena itu akan menghasilkan desain yang memiliki bagian dari ekspresi jiwa Anda.
4. Perhatikan hal-hal kecil
Saat mendesain perhatikan hal-hal kecil seperti garis, titik, warna dan tebalnya, pola gradasi warna, dsb. Karena hal-hal yang kecil tersebut akan mempengaruhi desain yang “good looking”. Goresan-goresan kecil bisa membantu desain Anda lebih menarik di pandang.
5. Buat desain sederhana tapi bernilai
Desain kaos tidak perlu terlalu rumit, karena desain yang bernilai tidak hanya ditentukan oleh tingkat kerumitannya. Bahkan sebagian orang justru tidak tertarik dengan desain yang terlalu rumit. Buatlah desain yang sederhana tapi bernilai. Bagaimana yang bernilai? Yaitu desain yang simple namun unik. Desain dengan kombinasi gambar dan teks yang lucu, inspiring, dan stylish biasanya banyak di sukai oleh kebanyakan orang.
6. Sesuaikan dengan target pasar
Khusus bagi yang memiliki pabrik kaos yang hendak membuat kaos sablon pasti perlu desain yang menarik di mata pasarnya. Sebelum mendesain, tentukan terlebih dahulu ceruk pasar yang hendak disasar. Apakah berdasar usia seperti pasar anak-anak, remaja, dewasa. Atau berdasar jenis kelamin, wanita atau pasar laki-laki. Atau berdasarkan segmen selainnya, perlu Anda sesuaikan ciri-ciri pasar dengan konsep desain yang bisa dibuat. Misal untuk pasar anak-anak maka buatlah desain yang penuh warna, dengan kombinasi gambar kartun yang menarik.
Itulah tips-tips yang perlu Anda perhatikan dalam membuat desain kaos. Semoga menginspirasi Anda para desainer kaos untuk mengembangkan kualitas desain Anda. Sekian.


TIPS MEMILIH VENDOR UNTUK MEMPRODUKSI KAOS

TIPS MEMILIH VENDOR UNTUK MEMPRODUKSI KAOS
Jika ingin membuat kaos dalam jumlah banyak untuk acara atau kegiatan tertentu, kita tentu membutuhkan jasa vendor produksi kaos yang bisa bekerja sama dengan kita. Biasanya kita mendesain kaos dan menyerahkannya kepada vendor untuk kemudian di cetak menjadi kaos yang siap pakai. Banyak pabrik konveksi kaos yang menyediakan jasa pembuatan kaos, namun sayangnya tidak semuanya berkualitas. Memang ada vendor yang sudah berpengalaman dan terpacaya, tapi ada juga vendor yang kurang professional.
Tuntutan dunia internet marketing kini sudah semakin pesat. Teknik pemasaran lebih mudah dilakukan di dunia maya. Termasuk vendor kaos yang kini bertebaran di dunia maya dalam menawarkan jasanya. Kemajuan teknik pemasaran ini tidak jarang disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Oleh karena itu membuat kita perlu untuk lebih cermat dan waspada dalam memilih vendor produksi kaos. Inilah tips bagi Anda dalam memilih vendor mana yang tepat untuk menjadi dijadikan mitra terbaik.
1. Pastikan vendor memiliki alamat yang jelas
Suatu vendor produksi kaos yang professional tentu memiliki alamat tempat produksi kaos di kerjakan. Pastikan informasi alamat yang di berikan oleh vendor memang tepat. Bahkan jika perlu, Anda verifikasi kebenarannya dengan menemui langsung tempat produksinya. Jika tidak bisa, Anda perlu melihat apakah vendor tersebut menampilkan informasi perusahaan dengan lengkap seperti no.telp, email, company profile, ijin usaha, dsb.
2. Cari rekam jejak vendor di dunia maya
Tips pertama masih belum cukup membuktikan vendor tersebut layak di pilih. Anda perlu melihat rekam jejak vendor kaos selama ini. Biasanya jika ada pihak lain yang telah menggunakan jasa vendor tertentu akan memberikan testimony terkait kualitas produk vendor tersebut. Jangan hanya cari testimony yang memang di sediakan vendor di laman websitenya, Anda perlu menggunakan bantuan “mbah google” untuk mencari testimoni lainnya. Karena ada juga pelanggan yang mungkin kurang puas dan memberikan komentarnya di blog atau situs social lainnya. Dengan begitu Anda bisa belajar dari pengalaman mereka apakah vendor tersebut layak dipilih atau tidak.
3. Perhatikan variasi produknya
Vendor yang memang memperhatikan kebutuhan pasar biasanya akan mengembangkan variasi produknya. Carilah vendor yang menyediakan banyak variasi produk yang ditawarkan. Semakin banyak variasi produknya menunjukkan kemampuan vendor tersebut semakin baik, karena mampu melakukan banyak hal sesuai kebutuhan pasar.
4. Pertimbangkan harga yang di tawarkan
Kadang-kadang kualitas vendor juga bisa dilihat dari harga barang yang ditawarkan. Jika vendor tersebut menawarkan harga kaos yang sangat murah di banding harga pasaran, hal itu justru perlu di waspadai. Namun bukan berarti memasang harga murah itu salah, Vendor yang memasang harga murah karena ada promo di moment tertentu masih menjadi hal yang wajar. Anda perlu memperhatikan harga pasaran pembuatan kaos dan kemudian membandingkan dengan harga yang di tawarkan vendor tersebut. Biasanya vendor yang sudah berpengalaman dan banyak pelanggan justru akan memasang harga yang sedikit lebih mahal. Ingat hukum permintaan berlaku, dimana banyak permintaan harga akan menjadi mahal.

5. Uji coba kualitas vendor
sepertinya layak dipilih. Maka agar semakin menguatkan tidak ada salahnya untuk menguji kualitas vendor dengan memesan jasa vendor tersebut. Karena tujuannya untuk uji coba, maka jangan pesan terlalu banyak. Pilih produk tertentu yang di tawarkan vendor, lalu perhatikan kualitas pelayanannya, proses, hingga hasil kaos yang di kerjakan. Jika kesemuanya memenuhi ekspektasi Anda, maka vendor tersebut sudah layak uji dan bisa di pilih menjadi vendor untuk proyek Anda yang lebih besar.
Demikian tips yang perlu di perhatikan dalam memilih vendor untuk memproduksi kaos. Pilihlah vendor yang aman, terpecaya, dan professional. Jika kita betul-betul cermat maka kita akan menemukan vendor yang kita butuhkan. Semoga tips di atas membantu Anda untuk lebih cermat dalam memilih vendor. Sekian.


TIPS MEMILIH TINTA SABLON UNTUK SABLON KAOS MANUAL

TIPS MEMILIH TINTA SABLON UNTUK SABLON KAOS MANUAL
Sablon Kaos dengan teknik manual adalah salah satu dari berbagai teknik yang ada. Teknik manual dalam membuat kaos adalah metode yang paling awal digunakan. Walaupun istilahnya “manual” namun bukan berarti teknik manual tidak menggunakan alat sama sekali, dalam metode ini pun tetap menggunakan alat sablon, namun bisa di bilang alatnya sederhana seperti screen sablon. Metode pembuatan kaos dengan cara manual dipilih karena memiliki keuntungan dalam buat kaos sablon dalam jumlah besar, terlebih biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak metode lain. sehingga akan memberikan keuntungan yang besar pula. Masalahnya, dalam membuat kaos dengan teknik manual perlu benar-benar tepat dalam memilih bahan pembuatannya. Salah satunya yang turut diperhatikan adalah pemilihan tinta. Tinta sablon memiliki jenis-jenis yang bermacam. Pasalnya, tiap jenis tinta memiliki karakteristik yang berbeda dan menghasilkan efek sablonan tertentu. Jika ada kesalahan dalam pemilihan sablon akan membuat hasil sablon tidak sesuai harapan, bahkan parahnya bagi Anda yang punya pabrik kaos sablon manual akan membuat kepuasan pelanggan menurun hingga omset pun ikut turun. Untuk mendapatkan hasil sablon yang terbaik perlu sekiranya untuk memperhatikan tinta yang di pilih. Berikut tips yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda untuk memilih tinta sebelum membuat kaos sablon manual.
Tuntutan dunia internet marketing kini sudah semakin pesat. Teknik pemasaran lebih mudah dilakukan di dunia maya. Termasuk vendor kaos yang kini bertebaran di dunia maya dalam menawarkan jasanya. Kemajuan teknik pemasaran ini tidak jarang disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Oleh karena itu membuat kita perlu untuk lebih cermat dan waspada dalam memilih vendor produksi kaos. Inilah tips bagi Anda dalam memilih vendor mana yang tepat untuk menjadi dijadikan mitra terbaik.
1. Pahami standart tinta yang baik
Dalam hal memilih kita harus punya kriteria dulu sebelumnya. Seperti ketika Anda memilih baju, tentu akan menyesuaikan dengan kriteria baju yang baik untuk Anda. Begitu pula saat memilih tinta, kita perlu memahami kedudukan dan kebutuhan tinta yang di sesuaikan dalam proses sablon manual. Untuk teknik sablon manual sangat memperhatikan tinta yang yang bisa meresap ke bahan kain dengan cepat. Selain itu tinta yang baik adalah tinta yang mudah turun ke kain sehingga tidak meninggalkan bekas di pori-pori kain screen sablon terlalu banyak. Untuk proses sablon manual membutuhkan tinta yang cepat kering saat proses pengeringan di lakukan.
2. Sesuaikan dengan bahan dasar kain kaos yang di sablon
Pemilihan tinta perlu di sesuaikan dengan sifat kain kaos/tekstil yang kita gunakan. Yang perlu di perhatikan adalah warna kaos apakah termasuk gelap atau terang, karena ada beberapa tinta yang perlu menyesuaikan warna kaos. Selain itu perlu juga di pahami kelenturan kain serta lebar pori-pori kain yang akan mempengaruhi daya serap tinta.
3. Sesuaikan dengan kebutuhan gambar atau efek yang ingin di cetak
mbar atau motif yang ingin kita cetak pun perlu di pertimbangkan. Jangan sampai tinta yang Anda pilih tidak mampu menghasilkan gambar yang di harapkan. Perlu diperhatikan jumlah warna yang di butuhkan, kerumitan gambar, efek lain yang ingin di cetak misalkan seperti efek timbul hingga efek mengkilap.
4. Mengetahui semua jenis tinta dengan baik
Pengetahuan tentang jenis-jenis tinta yang bisa digunakan untuk bahan kaos Anda juga perlu dimiliki. Dengan begitu Anda akan bisa membandingkan cetak sablon yang di hasilkan untuk di pilih mana yang sesuai dengan keinginnan. Biasanya untuk membuat sablon kaos secara manual menggunakan tinta waterbase atau berbasis air. Namun tinta waterbase memiliki sub jenis yang berbeda secara karakter penggunaannya. Berikut tinta yang biasanya di gunakan untuk membuat kaos dengan sablon manual.
• Tinta rubber
Karakter tinta rubber seperti karet yang menghasilkan kualitas gambar yang cukup elastis. Selain itu juga ada tinta rubber yang transparan untuk menghasilkan gambar yang terkesan terlihat bening. Tinta ini bisa di gunakan untuk kaos berwarna gelap maupun terang.
• Tinta Extender
Cocok untuk kaos dengan warna gelap. Biasanya digunakan untuk membuat lapisan warna dan bisa digunakan untuk separasi atau hingga lapisan 4 warna. Efek yang di timbulkan adalah efek transparan seperti rubber transparan.
• Tinta Soft White
Sangat baik untuk menghasilkan efek gradasi yang tidak bisa di hasilkan dari tinta rubber maupun tinta extendr. Tinta ini berwarna putih yang lembut sesuai dengan namanya.
• Tinta Foaming
Untuk Anda yang ingin mendapatkan hasil gambar timbul bisa menggunakan tinta foaming ini. Karena saat di panaskan akan membuat efek timbul pada gambar.
Masih banyak jenis tinta yang lain dan akan terus berkembang. Bagi Anda yang menggeluti pekerjaan sablon sudah menjadi hal yang wajib untuk mengetahui berbagai jenis sablon dan kegunaannya untuk mendapatkan hasil sablon yang optimal.


TIPS MEMILIH KAOS YANG BERKUALITAS

TIPS MEMILIH KAOS YANG BERKUALITAS
Anda termasuk orang yang memperhatikan aspek kualitas dalam memilih kaos? Jika iya maka Anda termasuk orang yang peduli terhadap diri Anda sendiri. Bagaimana tidak, walaupun hanya sekedar kaos namun barang ini termasuk salah satu dari 3 kebutuhan primer manusia, yaitu “sandang” dibaca juga “pakaian”.
Dengan memiliki kaos yang berkualitas akan memberikan manfaat pada diri Anda sendiri. Selain nyaman di gunakan, kaos yang berkualitas akan membuat Anda semakin percaya diri. Namun, masalahnya kebanyakan dari kita sudah merasa memilih kaos yang berkualitas tetapi ternyata masih menghadapi masalah-masalah pada kaos yang dipilih. Kaos dengan kualitas buruk misalnya warna kaos akan mudah memudar setelah beberapa kali cuci, kelenturan kaos mulai kaku setelah sering di jemur, terasa tidak nyaman dipakai dan mudah merasa gerah karena penyerapan keringat yang buruk.
Tidak semua kaos dibuat dengan proses yang berkualitas pula. Pabrik kaos yang baik tentu akan memperhatikan aspek kualitas dalam membuat kaos untuk kemudian dikenakan oleh pasarnya. Tentu kita mengharapkan dapat memiliki kaos yang di buat dari pabrik kaos yang berkualitas bukan. Berikut tips yang perlu di pertimbangkan dalam memilih kaos.
1. Perhatikan Bahan dasar kaos
Kualitas dari kaos tersebut utamanya di tentukan oleh bahan dasar kainnya. Jika dipahami kebutuhan dasar kita terhadap kaos, maka kita membutuhkan kaos yang nyaman, tidak terasa “risih” jika di pakai, dan pastinya kaos yang mudah menyerap keringat. Jangan melihat kaos dari tebal atau tipisnya, karena hal itu bukan menjadi ukuran kaos tersebut berkualitas atau tidak. Pilihlah bahan kain kaos yang lembut dan memiliki daya lentur yang baik. Biasanya kaos dengan bahan dasar cotton memiliki kualitas yang baik.
2. Pilih kaos dengan warna yang sesuai gaya kamu
Ukuran kualitas tidak selalu sama untuk setiap orang. Ada ukuran kualitas yang umum dan juga relative salah satunya tergantung dari warna kaos. Masing-masing orang menyukai warna tertentu pada kaos yang diinginkan. Pilihlah pola warna kaos yang memang anda sukai. Dengan begitu akan membuat Anda tampil percaya diri, karena kaos yang berkualitas harus mampu membuat pemakainya merasa lebih percaya diri.
3. Pilih kaos dengan motif sesuai karakter kamu
Tidak hanya warna, motif kaos pun turut di perhatikan. Banyak orang bilang bahwa kepribadian orang bisa di lihat dari bagaimana dia berpakaian. Tidak hanya model pakaian, motif pakaiannya pun bisa di jadikan penilaian. Sehingga motif-motif pada kaos turut akan memberikan penilaian orang akan karakter diri Anda. Maka tunjukkan karakter diri anda dengan bangga kepada orang lain dengan memilih motif kaos yang sesuai.
4. Perhatikan kualitas pada warna dan motif
Jika di awal dijumpai adanya masalah bahwa warna kaos nantinya akan mudah memudar dan kaku setelah beberapak kali pemakaian. Maka sedari awal kita perlu mempertimbangkannya. Soal warna, Anda harus benar-benar memilih pewarnaan pada kaos yang baik. Jangan pilih kaos dengan warna pucat, dan pewarnaannya tidak merata. Selanjutnya untuk soal motif, pilihlah motif pada kaos yang memang di cetak dengan sangat baik. Motif yang baik seharusnya mengikuti kelenturan kain kaos-nya, serta pilihlah pewarnaan motif yang tajam sehingga tidak mudah memudar nantinya.
5. Jika perlu, pertimbangkan harganya
Banyak yang berpendapat kaos mahal maka pasti berkualitas dan yang murah pasti jelek. Hukum tersebut tidak selamanya berlaku, dalam dunia pemasaran yang semua hal berjalan sangat dinamis. Bahkan pabrik kaos saat ini banyak yang menjual kaos dengan harga murah namun tidak murahan dan tetap memperhatikan aspek kualitas dalam pembuatannya. Namun mencari kaos dengan kualitas tinggi dengan harga sangat murah pun juga suatu hal yang sulit terjadi. Oleh karena itu pilihlah kaos dengan harga yang proporsional atau sebanding dengan kualitas yang diberikan. Namun ingat, kualitas adalah yang paling utama.